Saatnya mengikuti, memahami, dan berbicara secara teknologi. Saatnya menjadikan kampus sebagai wahana untuk mempercerdas dan mempertajam pemahaman Anda tentang dunia komunikasi. Dan, Anda harus menjadi yang terdepan!

Bintang-bintang Pansus Bank Century

Kalau pekan-pekan ini, kita merasa terhibur dengan drama-drama selama pemeriksaan para saksi di hadapan Panitia Khusus Hak Angket Bank Century tampaknya kita mesti buru-buru memeriksakan diri ke dokter jiwa. Karena, jangan-jangan kita termasuk kelompok penonton televisi yang maniak sinetron-sinetron kacangan. Maksudnya, sinetron yang sarat dengan karakter-karakter antagonis. Termasuk. Antagonis yang berlagak protogonis. Dan dengan satu kesimpulan, tidak jelas lagi mana yang sesungguhnya protogonis.

Masyarakat awam ketika berkumpul di warung atau kedai kopi masih bertanya-tanya; siapa sesungguhnya karakter protogonis atau antagonis selama pemeriksaan? Para anggota DPR yang terhormat tergolong protogonis atau antagonis? Bukankah mereka dari kalangan yang berupaya mengungkap kebenaran? Bahkan, mereka tengah berjuang untuk menyelamatkan wajah Ibu Pertiwi? Lantas, bagaimana dengan teknik pemeriksaan yang laksana belasan hakim dan jaksa mengeroyok seorang saksi? Bisakah disebut protogonis?

Sebaliknya, simak juga "gaya" para saksi; ada yang memaparkan sejumlah pemahaman dengan teori-teori super-cerdas, ada yang tersenyum-senyum kecut sambil terus menggenggam tasbih, ada yang tertawa-tawa jengkel sambil terus mengangakan mulutnya, dan banyak tampilan-tampilan karikatural lain, yang cenderung memilukan ketimbang melegakan. Sehingga, kita akan sepakat untuk merasa ragu-ragu memposisikan mereka sebagai antagonis. Tapi, layakkah?

Sejatinya, arena Pansus Bank Century memang bukan sinetron. Di dalam Gedung DPR Senayan sana, sesungguhnya bukan sedang menghidangkan akting-akting para karakter protogonis dan antagonis. Karena, masalah yang sudah dibahas juga bukan masalah main-main. Dan, sudah pasti bukan imajinasi seorang penulis skenario.

Sebaliknya, Anda yang duduk dan berbicara satu sama lain di arena itu adalah orang-orang yang dipilih oleh jutaan anak-anak bangsa dan mendapat amanah untuk menyejahterakan mereka. Dan, sepasang mata mereka menyaksikan dan menyimak "akting" dan dialog-dialog yang mengemuka secara seksama. Karena itu, berhentilah berlagak seperti artis di tempat itu. Yakinkan kami bahwa Anda sedang memainkan karakter protogonis atau antagonis dalam "sinetron" itu.[]


ShoutMix chat widget